Psikologid Podcast adalah Audio-Series dari Komunitas Psikologi Digital yang akan banyak membahas mengenai psikologi aplikatif, pengembangan diri dan kesehatan mental. Support this podcast: <a href="https://anchor.fm/psikologid/support">https://anchor.fm/psikologid/support</a>
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologid
Depresi itu bukan soal kurang bersyukur dan bukan juga soal “kurang kuat”.
Di podcast Terapi Depresi, kita ngobrol santai tapi bermakna tentang:
Cocok buat kamu yang ingin paham depresi tanpa harus merasa “sedang dihakimi”.
Karena belajar soal kesehatan mental bisa ringan, tanpa menghilangkan kedalamannya.
Ikutan juga sesi zoom GRATISnya tiap minggu, bisa cek di Instagram @psikologid
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologid
Obrolan Psikologi tentang Pikiran, Emosi, dan Kesehatan Mental
Dalam podcast ini, kita akan membahas psikologi secara jujur, membumi, dan aplikatif, mulai dari:
Ikutan juga sesi zoom GRATISnya tiap minggu, bisa cek di Instagram @psikologid
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologid
Di episode ini, kita akan mengenal mindfulness sebagai sebuah praktik sederhana untuk hadir sepenuhnya di saat ini. Melalui pembahasan pendahuluan, episode ini mengajak pendengar memahami apa itu mindfulness, mengapa kesadaran penuh penting dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana napas dapat menjadi jangkar untuk kembali pada momen sekarang.
Cocok bagi kamu yang baru mulai mengenal mindfulness maupun yang ingin kembali ke dasar, episode ini menjadi ruang untuk melambat sejenak, menyadari pikiran dan perasaan tanpa menghakimi, serta membangun hubungan yang lebih sadar dengan diri sendiri. Dengarkan dengan santai, bernapaslah dengan sadar, dan izinkan dirimu hadir sepenuhnya.
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologid
Untuk Kamu yang Sering Menunda — Alasan Psikologi di Balik Prokrastinasi
Kita sering berpikir prokrastinasi terjadi karena malas, kurang disiplin, atau tidak punya motivasi. Padahal secara psikologis, menunda justru sering menjadi mekanisme melindungi diri dari emosi yang tidak nyaman.
Di episode ini, kita akan bahas lebih dalam:
Kalau kamu sering bilang “nanti aja”, “sebentar lagi”, atau “aku mulai besok” dalam episode ini bisa jadi titik mulai memahami dirimu lebih dalam.
Mari belajar melihat menunda bukan sebagai kelemahan, tapi sebagai sinyal yang sedang coba memberi tahu sesuatu.
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologid
Perfeksionisme: Ada Luka di Balik Keinginan Sempurna
Banyak orang mengira perfeksionisme adalah tanda kedisiplinan dan standar tinggi. Padahal secara psikologis, perfeksionisme sering lahir dari luka lama, rasa tidak aman, atau kebutuhan untuk terus membuktikan diri agar merasa berharga.
Di episode ini, kita membahas lebih dalam:
- Kenapa perfeksionisme bukan sekadar “ingin yang terbaik”, tetapi mekanisme bertahan hidup.
- Bagaimana pola pengasuhan, kritik masa kecil, dan pengalaman kegagalan membentuk keyakinan “saya harus sempurna agar diterima”.
- Dampak perfeksionisme pada stres, relasi, produktivitas, dan kelelahan emosional.
Jika kamu sering merasa takut gagal, sulit puas dengan hasil kerja, atau terus membandingkan diri, mungkin podcast ini bisa membuka perspektif baru.
Mari belajar melihat diri dengan lebih berbelas kasih, bukan lebih keras.
Share ke teman atau orang terdekat kamu yang membutuhkan episode ini ya!
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologid
Kepribadian narsistik sering disalahpahami hanya sebagai “orang yang terlalu mencintai diri sendiri.”
Padahal, di balik perilaku itu sering tersembunyi luka emosional yang dalam rasa tidak aman, kebutuhan akan validasi, dan ketakutan ditolak.
Dalam episode ini, kita akan membahas secara mendalam:
Alasan psikologis mengapa seseorang bisa berkembang menjadi pribadi narsistik.
Ciri-ciri utama dari Narcissistic Personality Disorder (NPD), seperti kebutuhan berlebihan untuk dikagumi, kurang empati, manipulatif, dan kesulitan menerima kritik.
Dampaknya pada hubungan, baik bagi pasangan, teman, maupun keluarga.
Langkah awal memahami dan melindungi diri, agar tidak terjebak dalam dinamika yang melelahkan.
Tujuannya bukan untuk menghakimi, tapi untuk memahami bahwa setiap perilaku ada akar emosionalnya.
Dengan memahami, kita bisa menyembuhkan dan membangun hubungan yang lebih sehat.
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologid
Kamu Korban atau Pelaku?
Kenali lebih dalam tentang Narcissistic Personality Disorder (NPD)
Pernah merasa dimanipulasi lewat gaslighting, love bombing, blame shifting, atau justru kamu sering dibilang “narsis”? Jangan-jangan tanpa sadar, kamu ada di salah satu sisi: korban atau pelaku.
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologid
Banyak orang tidak menyadari bahwa luka terdalam dalam hidup mereka berasal dari masa kecil. Bukan hanya karena kekurangan materi, melainkan karena pengalaman bersama orang tua yang bersifat toxic: terlalu kritis, penuh tuntutan, suka membandingkan, atau bahkan tidak hadir secara emosional.
Dalam psikologi, hal ini berhubungan dengan konsep inner child atau istilah yang populer melalui teori John Bradshaw, yang merujuk pada bagian dalam diri kita yang menyimpan pengalaman, perasaan, dan kebutuhan masa kecil. Inner child yang terluka dapat memengaruhi pola pikir, emosi, dan hubungan kita ketika dewasa.
Dari sudut pandang Psikologi Perkembangan (Erik Erikson), masa kecil adalah tahap penting pembentukan identitas. Orang tua yang toxic sering kali menghambat tugas perkembangan anak, misalnya dengan menanamkan rasa malu atau ragu-ragu pada tahap “Autonomy vs Shame and Doubt” dan “Initiative vs Guilt”. Dampaknya, anak tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya “tidak cukup baik.”
Ingatlah: masa kecil mungkin bukan pilihan kita, tetapi proses pemulihan adalah tanggung jawab sekaligus hadiah yang bisa kita berikan untuk diri sendiri.
Jika kamu membutuhkan program terapi serta layanan konseling bisa klik disini : https://linktr.ee/psikologidInner child adalah bagian diri kita yang menyimpan jejak masa kecil—baik rasa bahagia, rasa ingin tahu, maupun luka emosional. Saat inner child terluka, dampaknya bisa terasa hingga dewasa: mudah cemas, takut ditolak, sulit percaya orang lain, atau merasa tidak pernah cukup.Namun inner child juga menyimpan kekuatan: spontanitas, kreativitas, dan keaslian diri. Dengan menyadari dan merawat inner child, kita belajar memberikan kasih sayang pada diri sendiri yang dulu mungkin kurang kita dapatkan. Proses ini disebut healing inner child. sebuah langkah penting untuk pulih, membangun hubungan yang lebih sehat, dan hidup lebih otentik.
Jika kamu membutuhkan program terapi serta layanan konseling bisa klik disini : https://linktr.ee/psikologid
"Membaca Emosi, Ekspresi, dan Bahasa Tubuh"
Seni Memahami Manusia Lebih Dalam, Tanpa Perlu Kata-Kata.
Pernah merasa seseorang berkata "saya baik-baik saja", tapi tubuhnya seolah berkata sebaliknya?
Manusia berbicara bukan hanya lewat kata-kata—bahasa tubuh, ekspresi wajah, hingga nada suara menyimpan lebih banyak kebenaran dari yang kita sadari.
Dalam dunia yang serba cepat dan penuh interaksi ini, kemampuan membaca sinyal nonverbal adalah super-skill yang jarang diajarkan.
Yuk pelajari lebih lanjut dalam episode kali ini!
Jika kamu membutuhkan program terapi serta layanan konseling bisa klik disini : https://linktr.ee/psikologid
Kenali dirimu, untuk lebih dalam mengenali karakter oranglain!
Salah satu hal yang penting dalam menjalani kehidupan adalah kemampuan menyesuaikan diri dan juga membaca situasi.
Itu artinya kita perlu memiliki kemampuan untuk mengenali karakter diri sendiri serta "membaca" karakter oranglain dengan cepat dan tepat!
Nah! Dalam dunia psikologi ternyata hal tersebut bisa dipelajari loh.. Mau tahu lebih jauh? Yuk dengerin selengkapnya dalam recap Webinar dari Komunitas Psikologi Digital "PSIKOLOGI KARAKTER."